IAS Tawarkan Solusi Context Control Bagi Pengiklan Digital

02 February By IAS Team

JAKARTA, Investor.id – Perusahaan global di sektor verifikasi iklan digital, Integral Ad Science (IAS) gencar memperkenalkan layanan terbarunya, Context Control. Ini merupakan rangkaian solusi IAS dalam aspek brand safety & suitability.

Rangkaian solusi Context Control kini dilengkapi teknologi semantik canggih untuk verifikasi iklan digital. Dengan demikian, solusi ini dinilai memberikan akurasi dan rincian luar biasa dalam klasifikasi konten daring.

CMO IAS, Tony Marlow memaparkan, klasifikasi konten terbaik dapat menghasilkan presisi dan skala pada jenjang yang baru bagi kalangan pemasar yang menginginkan keterkaitan konten dengan kampanye periklanan digital.

Lebih lagi, menurutnya, Context Control melengkapi pengiklan dengan fitur-fitur penyasaran kontekstual (contextual targeting) yang sesuai kebutuhan dan telah dikurasi. Sejumlah fitur ini dibuat berdasarkan sederet aspek kontekstual seperti content sentiment dan klasifikasi emosi yang mendasarinya—fitur-fitur unggulan yang belum banyak ditawarkan solusi lain.

Solusi ini diklaim IAS dapat memberikan pemahaman semantik yang tepat hingga pada jenjang laman situs (page-level context). Hasilnya, pengiklan mampu memilah skenario homonim yang sulit dilakukan keyword blocking.

Mengutip kajian indepeden Ozone, teknologi semantik yang dipatenkan IAS terbukti 42% lebih akurat ketimbang solusi lain di industri.

“Pemasar selalu terlibat dalam persaingan ‘menang-kalah’ (zero-sum) dengan kompetitornya dalam menemukan impresi terbaik dan paling efektif untuk kampanye periklanan,” ujar Tony Marlow, CMO, IAS.

Menurutnya solusi Context Control IAS mengubah seluruh hal bagi pengiklan yang menginginkan daya saing guna mewujudkan kekuatan konteks dalam kampanye periklanan.

Di sisi lain, teknologi mutakhir ini membantu penerbit media yang ingin menggolongkan dan memaketkan konten secara lebih strategis. Dengan demikian, mereka mampu memonetisasi page impression secara lebih tepat, dan memiliki rangkaian konteks yang lebih lengkap demi memenuhi target kliennya.

 

Artikel ini pertama kali ditayangkan di Investor.id